Pengikut

Senin, 22 Juni 2020

PEMBAGIAN RAPOR DI MASA PANDEMI COVID-19





MENJALIN TALI SILATURAHMI DENGAN ORANG TUA SISWA

Berdasarkan amanat Kepala Dinas Pendidkan dan Kebudayaan  Kabupaten Subang yang disampaikan oleh Dr. Aep Saepudin M.Pd. selaku Kabid Pembinaan SMP dalam VCon Kebijakan Disdikbud Kabupaten Subang dalam rangka Hardiknas pada tanggal 2 Mei 2020 lalu, bahwa kegiatan pembelajaran harus mengikuti aturan Mendikbud melalui Surat Edaran No.4 tahun 2020. Kegiatan pembelajaran selama masa pandemi Covid-19 ini  peserta didik belajar di rumah dengan metode daring, Hal ini untuk menyelamatkan jiwa siswa dari Pandemi Covid-19.
Selama kurang lebih tiga bulan ini, sekolah sudah melaksanakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), yakni pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi informasi dan komunikasi, dan media lain. Pelaksanaaan PJJ dengan metode daring mengharuskan pendidik lebih inovatif, namun anak tidak merasa terbebani.
Media PJJ  yang digunakan pendidik dan peserta didik di antaranya adalah WhatsApp Group, Facebook, dan  Google Classroom. Tentunya PJJ ini ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya adalah peserta didik menjadi lebih aktif dan lebih mandiri dalam proses belajar mengajar. Interaksi antara peserta didik dan pendidik dapat dilakukan sesuai dengan ketersediaan waktu mereka. Peserta didik dapat mengakses atau mereview bahan pelajaran setiap saat. Walaupun demikian, PJJ ini tidak terlepas dari kekurangan, antara lain kurangnya interaksi antara pendidik dan peserta didik, pendidikan karakter tidak dapat diterapkan secara maksimal, peserta didik tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi, belum lagi kendala teknis yakni tidak semua peserta didik mempunyai gadget, gangguan jaringan atau susah sinyal, dan kuota yang terbatas.
 Terlepas dari kekurangan dan kelebihan PJJ, kegiatan belajar mengajar sudah selesai dilaksanakan.dan pendidik juga sudah selesai mengolah nilai, cetak rapor dan rapor pun sudah siap untuk dibagikan kepada peserta didik.
Pada umumnya untuk meminimalisir penyebaran covid-19, maka pihak sekolah menggunakan beberapa cara, diantaranya adalah sekolah mengundang orang tua siswa dengan cara dibagi menjadi beberapa sesi agar tidak terjadi penumpukan massa di sekolah, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Berbeda dengan sekolah lain, untuk SMPN 1 Pabuaran, berdasarkan keputusan rapat dinas kepala sekolah dan dewan guru pada tanggal 2 Juni 2020 memutuskan untuk membagikan rapor langsung ke rumah siswa. ”Pembagian rapor  kelas 7 dan 8 di SMPN 1 Pabuaran yaitu dengan cara walikelas langsung ke rumah siswanya, sama halnya dengan pembagian surat kelulusan dan rapor kelas 9 pada tanggal 5 Juni 2020 lalu. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kerumunan massa yang banyak di sekolah, sekaligus sebagai ajang silaturahmi pihak sekolah kepada orang tua siswa. Namun tetap para walikelas juga memperhatikan protokol kesehatan, yaitu dengan menggunakan masker, hand sanitizer, dan jaga jarak.” Papar Darsa, S.Pd. selaku Kepala SMPN 1 Pabuaran.
Yohani Yatriani, S.Pd. salah satu walikelas yang sudah membagikan rapor langsung ke rumah siswa pada Hari Rabu, 17 Juni 2020, mengatakan bahwa banyak pengalaman berharga yang bisa  diambil dari pembagian rapor secara langsung. “Hari ini Saya bisa keliling Pabuaran, sambil refresing melihat pemandangan. Arah yang saya ambil pertama ke daerah Cilekor, kemudian ke Sadang, Ciomas, terus baru ke tempat yang dekat sekitaran sekolah. Dan ternyata kondisi peserta didik itu berbeda-beda latar belakangnya, bahkan ada yang memprihatinkan secara ekonomi.” Tutur Yohani.
Selain itu, Rien Elen, S.Pd. yang juga walikelas 7C mengatakan bahwa dengan membagikan rapor langsung ke rumah siswa, selain bisa bersilaturahmi dengan orang tua siswa, pendidik jadi lebih dekat dengan peserta didik dan tahu latar belakang keluarganya. Lebih paham karakter siswa karena bisa sharing dengan orang tuanya langsung sehingga lebih paham kelebihan dan kekurangan anak dalam belajar.
Dengan demikian, pembagian rapor di massa pandemi Covid-19 ini, menyisakan kisah yang begitu mendalam dan memberikan pengalaman berharga yang tak terlupakan di hati para walikelas 7 dan 8 SMPN 1 Pabuaran. Hal yang  sangat jauh berbeda dengan pembagian rapor yang orang tuanya diundang ke sekolah, karena hanya bertemu  sebentar tanpa kita tahu latar belakang keluarganya secara mendalam. Dengan terjun langsung ke rumah siswa, pendidik jadi lebih paham karakter anak, kondisi ekonomi, dan kondisi keluarga peserta didiknya, dan ini adalah modal pendidik untuk dapat lebih memahami kondisi peserta didik untuk peningkatan proses pembelajaran di masa yang akan datang.