Kegiatan
awal yang dilaksanakan oleh SMPN 1 Pabuaran Subang sebagai persiapan tenaga
pendidik untuk menghadapi tahun ajaran baru 2020/2021 yaitu dengan mengadakan In House Training
(IHT) yang dilaksanakan pada Hari Rabu, tanggal 22 Juli 2020. In House Training
ini beragendakan pembahasaan tentang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena
kondisi saat ini masih dalam masa pandemik Covid-19,
sehingga belum memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan
peserta didik.
IHT
kali ini terasa istimewa karena selain dihadiri oleh Kepala SMPN 1 Pabuaran dan
para tenaga pendidiknya, juga dihadiri
langsung para pejabat daerah, diantaranya
adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, yakni Tatang
Komara, S.Pd.,M.Si., Kabid Pembinaan SMP, Camat Pabuaran, dan Koordinator
Wilayah Kecamatan Pabuaran.
Kegiatan
ini diawali dengan sambutan Kepala SMPN 1 Pabuaran,yaitu Darsa, S.Pd. yang menyatakan bahwa
Pembelajaran Jarak Jauh sudah dilaksanakan di SMPN 1 Pabuaran pada tahun
pelajaran 2019/2020. Ternyata tenaga pendidik mampu melaksanakan tugasnya
dengan sebaik-baiknya walaupun memang ada kendala, namun secara keseluruhan PJJ
dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
Sebagai
penguatan yang telah disampaikan oleh Kepala SMPN 1 Pabuaran, Wakasek Bidang Kurikulum, Feti Handayani, S.Pd. membuktikannnya dengan mempresentasikan Pembelajaran Jarak Jauh yang sudah dilaksanakan di SMPN 1 Pabuaran. Diantaranya
adalah dengan menayangkan foto dan video hasil belajar PJJ peserta didik. Walaupun
Belajar di Rumah (BDR) namun tenaga pendidik dan peserta didik tetap menjalin
komunikasi dan melaksanakan pembelajaran, baik melalui WhatsApp Grup, Google Classroom, Facebook, dan lainnnya. Kegiatan
USBN pun di SMPN 1 Pabuaran tahun pelajaran 2019/2020 sudah menggunakan Google Form yang mudah diakses oleh
peserta didik dan tenaga pendidik pun dapat dengan mudah melihat hasil USBN
peserta didik dengan hanya mengunduhnya di Microsoft Excel. Bahkan baru-baru ini tenaga
pendidik juga dibekali dengan pengetahuan menggunakan aplikasi Zoom untuk dapat melaksanakan
pembelajaran daring atau luring.
Memang
pada praktiknya Pembelajaran Jarak jauh ini memiliki kendala, diantaranya yaitu
masih ada peserta didik yang tidak memiliki handphone,
tidak mempunyai kuota, dan terkendala masalah jaringan, namun hal tersebut
tidak menyurutkan semangat tenaga pendidik dan peserta didik dalam belajar.
Hal ini disiasati dengan cara membuat kelompok belajar, mengelompokkan peserta
didik yang rumahnya berdekatan, sehingga peserta didik yang tidak memiliki handphone dapat meminjam kepada
temannya yang mempunyai handphone. Apabila hal tersebut tidak berjalan dengan baik, maka tenaga pendidik
yang mengunjungi langsung peserta didik tersebut ke rumahnya dan memastikan peserta didik mengerjakan soal USBN, sehingga kendala yang ada dapat teratasi.
Untuk
pembagian surat kelulusan dan rapor juga karena tidak memungkinkan untuk
mengumpulkan massa yang banyak di sekolah, maka kebijakan sekolah yang diambil
adalah menugaskan para wali kelas yang harus
langsung terjun mendatangi rumah-rumah
peserta didik, hal ini dilakukan selain untuk mencegah penyebaran covid-19, juga untuk menjalin tali
silaturahmi antara tenaga pendidik dengan orang tua peserta didik dan juga
untuk mengetahui latar belakang tiap-tiap peserta didik.
Setelah
menyimak pemaparan PJJ di SMPN 1 Pabuaran, Tatang Komara, S.Pd.,M.Si,selaku Kepala
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang mengemukakan pendapat dalam
sambutannnya. Ada dua hal yang sangat penting yang dipaparkan oleh beliau. Hal pertama
yang disampaikan adalah bahwa beliau mengapresiasi
PJJ yang sudah dilaksanakan oleh SMPN 1
Pabuaran dan mengucapkan terima kasih kepada para tenaga pendidik atas
kreativitas yang luar biasa yang sudah
diaksanakan
Ketika
menghadiri pembukaan forum wakasek
bidang akademik di Subang, beliau punya harapan besar dari pertemuaan itu lahir
sebuah strategi-strategi pembelajaran
yang awalnya bagi sebagian orang menganggap
hal tersebut adalah suatu momok atau hal
yang menakutkan. Tapi ternyata setelah dijalani justru menyenangkan dan tidak
berujung menyulitkan pula. Hanya yang jadi pemikiran adalah persepsi. Bahwa kita
dihadapkan pada suatu yang baru padahal semua itu sudah dilakukan oleh tenaga pendidik
dalam keseharian. Pada prinsipnya para tenaga pendidik selalu berkreasi yang
diaplikasikan melalui komputer atau yang lainnya, maka pada bagian tertentu
memang harus tetap dilakukan. Tetapi dari yang sudah diperlihatkan dalam
presentasi PJJ yang dilakukan SMPN 1 Pabuaran, beliau yakin bahwa PJJ dapat
berhasil.
Kepala
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang jika diwawancarai atau ditanya
tentang tingkat keberhasilan belajar PJJ berapa persen tingkat
keberhasilannnya, awalnya beranggapan hanya sekitar 40%, namun setelah melihat
proses pembelajaran di SMPN 1 Pabuaran, beliau yakin bahwa tingkat
keberhasilannya mampu mencapai sampai 70%. Ternyata di tahun 2019/2020 pun sudah
dilakukan dengan baik, maka beliau optimis untuk tahun 2020/2021. Saat ini Pembelajaran
Jarak Jauh adalah keniscayaan, bukan keinginan kita, namun ini adalah tuntutan
keadaan.
Hal
kedua yang disampaikan adalah beliau yakin Allah menciptakan kondisi ini adalah
seleksi alam. Siapa yang bertahan, siapa yang menyikapi hal ini secara positif, menerima dengan ikhlas kondisi
ini, beliau yakin dialah yang mampu bertahan. Tuntutan kepada tenaga pendidik
dan kita semua adalah kita harus ikhlas menerima dan menjalani sesuai dengan
kemampuan kita.
Setelah
sambutan dari Kepala Dinas Pendidkan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, kegiatan
IHT berikutnya dipandu oleh Wakasek Bidang Kurikulum, Feti Handayani, S.Pd.
yang menjelaskan Pembuatan Program Pembelajaran PJJ dan Laporan PJJ.
Diantaranya para tenaga pendidik dibimbing untuk membuat Program Tahunan, Program Semester, Program Pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh, Laporan Pelaksanaan PJJ, dan menegaskan bahwa Laporan PJJ harus disertakan
dokumentasi atau bukti fisik pelaksanaannya. Kegiatan IHT ini diakhiri dengan
penugasan pembuatan Program Pembelajaran PJJ yang langsung dikerjakan dan
diserahkan oleh para tenaga pendidik kepada wakasek bidang kurikulum. Secara keseluruhan
IHT PJJ SMPN 1 Pabuaran dapat berjalan dengan lancar dan sukses, hal ini
tentunya berkat kerja keras para tenaga pendidik, kerjasama tim dan kekompakan
serta kesolidan semua pihak yang saling bersinergi satu sama lain. *ysm*