Pengikut

Minggu, 26 Juli 2020

IN HOUSE TRAINING PEMBELAJARAN JARAK JAUH SMPN 1 PABUARAN SUBANG TAHUN PELAJARAN 2020/2021




Kegiatan awal yang dilaksanakan oleh SMPN 1 Pabuaran Subang sebagai persiapan tenaga pendidik untuk menghadapi tahun ajaran baru 2020/2021  yaitu dengan mengadakan In House Training (IHT) yang dilaksanakan pada Hari Rabu, tanggal 22 Juli 2020. In House Training ini beragendakan pembahasaan tentang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena kondisi saat ini masih dalam masa pandemik Covid-19, sehingga belum memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan peserta didik.
IHT kali ini terasa istimewa karena selain dihadiri oleh Kepala SMPN 1 Pabuaran dan para tenaga pendidiknya, juga  dihadiri langsung para pejabat daerah, diantaranya  adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, yakni Tatang Komara, S.Pd.,M.Si., Kabid Pembinaan SMP, Camat Pabuaran, dan Koordinator Wilayah Kecamatan Pabuaran.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan Kepala SMPN 1 Pabuaran,yaitu  Darsa, S.Pd. yang menyatakan bahwa Pembelajaran Jarak Jauh sudah dilaksanakan di SMPN 1 Pabuaran pada tahun pelajaran 2019/2020. Ternyata tenaga pendidik mampu melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya walaupun memang ada kendala, namun secara keseluruhan PJJ dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
Sebagai penguatan yang telah disampaikan oleh Kepala SMPN 1 Pabuaran, Wakasek Bidang Kurikulum, Feti Handayani, S.Pd. membuktikannnya dengan mempresentasikan  Pembelajaran Jarak Jauh  yang sudah dilaksanakan di SMPN 1 Pabuaran. Diantaranya adalah dengan menayangkan foto dan video hasil belajar PJJ peserta didik. Walaupun Belajar di Rumah (BDR) namun tenaga pendidik dan peserta didik tetap menjalin komunikasi dan melaksanakan pembelajaran, baik melalui WhatsApp Grup, Google Classroom, Facebook, dan lainnnya. Kegiatan USBN pun di SMPN 1 Pabuaran tahun pelajaran 2019/2020 sudah menggunakan Google Form yang mudah diakses oleh peserta didik dan tenaga pendidik pun dapat dengan mudah melihat hasil USBN peserta didik dengan hanya mengunduhnya di Microsoft Excel. Bahkan  baru-baru ini tenaga pendidik juga dibekali dengan pengetahuan menggunakan aplikasi Zoom untuk dapat melaksanakan pembelajaran daring atau luring.
Memang pada praktiknya Pembelajaran Jarak jauh ini memiliki kendala, diantaranya yaitu masih ada peserta didik yang tidak memiliki handphone, tidak mempunyai kuota, dan terkendala masalah jaringan, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat tenaga pendidik dan peserta didik dalam belajar. Hal ini disiasati dengan cara membuat kelompok belajar, mengelompokkan peserta didik yang rumahnya berdekatan, sehingga peserta didik yang tidak memiliki handphone dapat meminjam kepada temannya yang mempunyai handphone. Apabila hal tersebut tidak berjalan dengan baik, maka tenaga pendidik yang mengunjungi langsung peserta didik tersebut ke rumahnya dan memastikan peserta didik  mengerjakan soal USBN, sehingga kendala yang ada dapat teratasi.
Untuk pembagian surat kelulusan dan rapor juga karena tidak memungkinkan untuk mengumpulkan massa yang banyak di sekolah, maka kebijakan sekolah yang diambil adalah menugaskan para wali kelas yang harus langsung terjun  mendatangi rumah-rumah peserta didik, hal ini dilakukan selain untuk mencegah penyebaran covid-19, juga untuk menjalin tali silaturahmi antara tenaga pendidik dengan orang tua peserta didik dan juga untuk mengetahui latar belakang tiap-tiap peserta didik.
Setelah menyimak pemaparan PJJ di SMPN 1 Pabuaran, Tatang Komara, S.Pd.,M.Si,selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang mengemukakan pendapat dalam sambutannnya. Ada dua hal yang sangat penting yang dipaparkan oleh beliau. Hal pertama yang disampaikan  adalah bahwa beliau mengapresiasi  PJJ yang sudah dilaksanakan oleh SMPN 1 Pabuaran dan mengucapkan terima kasih kepada para tenaga pendidik atas kreativitas  yang luar biasa yang sudah diaksanakan
Ketika menghadiri pembukaan  forum wakasek bidang akademik di Subang, beliau punya harapan besar dari pertemuaan itu lahir sebuah strategi-strategi  pembelajaran yang  awalnya bagi sebagian orang menganggap hal tersebut adalah  suatu momok atau hal yang menakutkan. Tapi ternyata setelah dijalani justru menyenangkan dan tidak berujung menyulitkan pula. Hanya yang jadi pemikiran adalah persepsi. Bahwa kita dihadapkan pada suatu yang baru padahal  semua itu sudah dilakukan oleh tenaga pendidik dalam keseharian. Pada prinsipnya para tenaga pendidik selalu berkreasi yang diaplikasikan melalui komputer atau yang lainnya, maka pada bagian tertentu memang harus tetap dilakukan. Tetapi dari yang sudah diperlihatkan dalam presentasi PJJ yang dilakukan SMPN 1 Pabuaran, beliau yakin bahwa PJJ dapat berhasil.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang jika diwawancarai atau ditanya tentang tingkat keberhasilan belajar PJJ berapa persen tingkat keberhasilannnya, awalnya beranggapan hanya sekitar 40%, namun setelah melihat proses pembelajaran di SMPN 1 Pabuaran, beliau yakin bahwa tingkat keberhasilannya mampu mencapai sampai 70%. Ternyata di tahun 2019/2020 pun sudah dilakukan dengan baik, maka beliau optimis untuk tahun 2020/2021. Saat ini Pembelajaran Jarak Jauh adalah keniscayaan, bukan keinginan kita, namun ini adalah tuntutan keadaan.
Hal kedua yang disampaikan adalah beliau yakin Allah menciptakan kondisi ini adalah seleksi alam. Siapa yang bertahan, siapa yang menyikapi hal ini  secara positif, menerima dengan ikhlas kondisi ini, beliau yakin dialah yang mampu bertahan. Tuntutan kepada tenaga pendidik dan kita semua adalah kita harus ikhlas menerima dan menjalani sesuai dengan kemampuan kita.  
Setelah sambutan dari Kepala Dinas Pendidkan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, kegiatan IHT berikutnya dipandu oleh Wakasek Bidang Kurikulum, Feti Handayani, S.Pd. yang menjelaskan Pembuatan Program Pembelajaran PJJ dan Laporan PJJ. Diantaranya para tenaga pendidik dibimbing untuk membuat Program Tahunan, Program Semester, Program Pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh, Laporan Pelaksanaan PJJ, dan menegaskan bahwa Laporan PJJ harus disertakan dokumentasi atau bukti fisik pelaksanaannya. Kegiatan IHT ini diakhiri dengan penugasan pembuatan Program Pembelajaran PJJ yang langsung dikerjakan dan diserahkan oleh para tenaga pendidik kepada wakasek bidang kurikulum. Secara keseluruhan IHT PJJ SMPN 1 Pabuaran dapat berjalan dengan lancar dan sukses, hal ini tentunya berkat kerja keras para tenaga pendidik, kerjasama tim dan kekompakan serta kesolidan semua pihak yang saling  bersinergi satu sama lain. *ysm*