Pengikut

Rabu, 30 Desember 2020

Yusi Sri Mulyani: BERCUMBU DENGAN E-RAPOR

Yusi Sri Mulyani: BERCUMBU DENGAN E-RAPOR:   Hampir semua jenjang Pendidikan baik di SD, SMP, dan SMA/SMK sederajat di Kabupaten Subang sudah melaksanakan PAS ( Penilaian Akhir Seme...

BERCUMBU DENGAN E-RAPOR

 




Hampir semua jenjang Pendidikan baik di SD, SMP, dan SMA/SMK sederajat di Kabupaten Subang sudah melaksanakan PAS ( Penilaian Akhir Semester) yang dimulai pada tanggal 30 November 2020 sampai dengan 5 Desember 2020.  Setelah selesai melaksanakan PAS, sudah menjadi kewajiban bagi pendidik, jika proses pembelajaran selama satu semester berakhir,  maka para pendidik harus bersiap untuk bercumbu dengan e-Rapor.

Sebelum menggunakan e-Rapor khususnya di jenjang SMP, dulu  rapor  ditulis  tangan oleh para walikelas,   kemudian beralih ke aplikasi rapor K13 format excel, dan sejak November 2017 Direktorat Pembinaan SMP telah merilis aplikasi e-Rapor SMP Versi 1.1. Dalam perkembangannya  telah dilakukan beberapa kali pembaruan, hingga pada bulan November 2020, dirilis kembali aplikasi e-Rapor SMP versi 2.2.

Aplikasi e-Rapor SMP versi 2.2 ini, berdasarkan keterangan dari Dapodik.co.id telah megakomodir Kebijakan Merdeka Belajar dan kondisi Pademi Covid-19, antara lain memfasilitasi sekolah yang melaksanakan pembelajaran dan penilaian berdasarkan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Pelajaran pada Kurikulum 2013 secara utuh (sesuai Permendikbud RI Nomor: 37 tahun 2018), berdasarkan KI dan KD Pelajaran pada Kurikulum 2013 untuk kondisi khusus (sesuai Kepmendikbud RI Nomor: 719/2020 dan  Keputusan Kepala Balitbang dan Perbukuan Nomor: 018/H/KR/2020), dan berdasarkan penyederhanaan kurikulum secara mandiri oleh Satuan pendidikan (sesuai Kepmendikbud RI Nomor: 719/P/2020).

Aplikasi e-Rapor SMP sebagai salah satu instrument akuntabilitas penilaian oleh pendidik diharapkan dapat membantu dan mempermudah tugas pendidik dalam merencanakan penilaian, mengolah dan menganalisis hasil penilaian, mencetak rapor, serta melaporkan hasil penilaian peserta didik kepada orang tua/wali murid, hingga disinkronisasi ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Sebenarnya memasukan nilai ke e-rapor itu gampang, tidak sesulit yang dibayangkan. Jika para guru sudah memiliki perencanaan penilaian yang matang, apalagi jika didukung oleh jaringan internet yang kuat, maka proses memasukan nilai ke e-Rapor akan mudah, dan para pendidik juga harus benar-benar memahami langkah-langkah pengisian e-Rapor,” tutur Uul Khusnul Khotimah, S.Pd, operator dapodik di SMPN 1 Pabuaran.

Adapun langkah-langkah memasukan nilai ke  e-Rapor adalah sebagai berikut, pertama mengecek Kompetensi dasar yang digunakan, disitu ada beberapa pilihan, diantaranya ada kurikulum nasional, penyederhanaan balitbang, dan penyederhanaan mandiri. Pilihlah kurikulum yang sesuai dengan kondisi sekolah. Kedua memilih Kompetensi Dasar yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Ketiga memilih perencanaan penilaian pengetahuan, keterampilan, sosial, spiritual, dan bobot PTS dan PAS/PAT.

a)         Perencanaan penilaian pengetahuan terdiri atas tes lisan, tulis, dan penugasan.

b)         Perencanaan penilaian keterampilan terdiri atas praktik, projek, dan produk.

c)         Perencanaan penilaian sosial  terdiri atas 6 penilaian, yakni jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, percaya diri, dan peduli.

d)        Perencanaan penilaian spiritual terdiri atas  9 penilaian, yakni berdoa, menjalankan ibadah, memberi salam, bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan, mensyukuri kemampuan manusia dalam mengendalikan diri, bersyukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu, berserah diri (tawakal), memelihara hubungan baik sesama umat, bersyukur sebagai bangsa Indonesia, dan menghormati orang lain yang menjalankan ibadah.

e)         Perencanaan bobot PTS dan PAS/PAT disesuaikan dengan kondisi sekolah.

Langkah keempat Download-lah impor nilai untuk memasukan jenis penilaian dalam format excel. Kelima setiap guru mata pelajaran tinggal memasukan nilai yang sudah jadi ke dalam format download-an. Keenam  mengimpor nilai siswa, dari mulai nilai pengetahuan, keterampilan, sosial, spiritual, dan PTS dan PAS/PAT. Ketujuh  kirimkan nilai akhir ke setiap kelas yang  diampu. Kedelapan  mengirimkan proses deskripsi nilai siswa. Lihat deskripsi siswanya dari setiap kelas yang kita ajar kemudian simpan. Maka tugas guru mata pelajaran pun selesai mengimpor nilai rapor ke tiap wali kelas.

            Untuk pendidik yang mempunyai tugas tambahan sebagai walikelas, ada tahapan yang harus dilakukan. Pertama  masuk ke akses walikelas dan lihat mata pelajaran apa saja yang sudah mengimpor ke kelas kita, pastikan semua guru mata pelajaran sudah mengirimkan nilai akhirnya. Kedua input data dan nilai kehadiran, ekstrakurikuler, dan sikap. Ketiga simpan proses deskripsi siswa. Keempat lihat leger kelas dan bisa langsung cetak leger. Kelima cetak rapor dan menerapkan ukuran kertas. Keenam download rapor semua peserta didik yang ada di kelas kita. Ketujuh cetak rapor yang sudah di download.

            Menurut guru SMPN 1 Pabuaran Subang yang sudah menggunakan aplikasi e-Rapor sejak tahun 2019, penggunaan e-Rapor memiliki kekurangan dan kelebihan. Kekurangannya  adalah sinyal dan sistem jaringan yang harus selalu terpusat pada satu server, sehingga jika ada gangguan koneksi internet maka akan memakan waktu yang cukup lama. Selain itu, pengisian perencanaan nilai harus betul-betul teliti, jika ada kekeliruan harus siap mengawali lagi perencanaan dari awal. Adapun kelebihannya adalah memudahkan guru dalam mengolah nilai, mengimpor nilai, dan mencetak rapor, serta mendorong pendidik untuk bisa menggunakan IT.

            “E-Rapor merupakan proses pembelajaran kepada guru untuk selalu menelaah KI dan KD  dan merencanakan penilaian yang sesuai dengan KD pada awal tahun pelajaran. Selain itu, data nilai peserta didik dapat tersimpan dengan aman, serta dapat mempererat tali silaturahmi karena bisa berkumpul dan bercanda dengan sesama guru pada saat download maupun impor rapor, tentunya  dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, ” jelas Feti Handayani Wakasek bidang kurikulum di SMPN 1 Pabuaran.

            Biasanya jika kita dihadapkan pada sesuatu yang baru, awalnya memang kita selalu membayangkan hal-hal yang sulit, banyak ketakutan-ketakutan yang muncul. Takut salah menentukan KD, takut nilai yang muncul tidak sesuai, takut prosesnya berbelit dan lama, takut jaringan internetnya tidak stabil, takut salah klik nanti nilainya hilang semua, dan masih banyak ketakutan lain yang sebenarnya tidak beralasan, karena kita belum mencobanya. Namun, setelah menggunakan e-Rapor ketakutan itu sirna.

            Di era serba digital ini, semua orang dituntut untuk bisa menggunakan gawai, termasuk guru tentunya. Guru sebagai motor penggerak pendidikan harus mampu mengoperasikan gawai baik untuk proses pembelajaran maupun untuk pengolahan nilai seperti e-Rapor. Sebagai guru jangan merasa terbebani dengan perubahan baru, merasa tidak mampu/tidak percaya diri, atau anti perubahan, sebaliknya kita harus siap dan tampil terdepan dalam menghadapi sesuatu hal yang baru, dan jangan selalu ingin berada di zona nyaman.

Bagi sekolah yang belum menggunakan e-Rapor, khususnya di Kabupaten Subang,  ada baiknya dicoba saja dulu, setiap aplikasi yang ditawarkan oleh pemerintah pasti bertujuan untuk lebih memudahkan pekerjaan kita sebagai tenaga pendidik, terlepas dari kekurangan dan kelebihannya. Proses pengisian e-Rapor saat ini masih terus berlangsung, dan tenaga pendidik sedang asyik bercumbu dengan e-Rapor untuk nanti siap dibagikan kepada orang tua/wali murid pada tanggal 18 Desember 2020 sebagai laporan hasil penilaian peserta didik selama semester ganjil ini.


 

Penulis bernama Yusi Sri Mulyani,S.Pd.  Guru Bahasa Indonesia di SMPN 1 Pabuaran Subang dan anggota Komunitas Lisangbihwa

Rabu, 26 Agustus 2020

PERINGATI HUT KE-75 REPUBLIK INDONESIA, WARGA KAMPUNG CAMARA PABUARAN SUBANG GELAR BERBAGAI KEGIATAN SERU

 


Peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia memang selalu digelar dan dirayakan setiap tahunnya oleh seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali  warga Kampung Camara RT.12 RW.03 Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang pun ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar berbagai macam kegiatan yang keren dan seru. Beruntung daerah ini termasuk zona hijau sehingga kegiatan pun dapat tetap dilaksanakan dengan lancar.

Banyak cara untuk mengisi kemerdekaan saat ini, diantaranya tetap menjalin tali silaturahmi, mempererat persaudaraan, dan menjalin persatuan dan kesatuan antarseluruh bangsa Indonesia. Demi terwujudnya rasa persatuan tersebut, warga Camara tergerak untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan positif yang dapat menumbuhkan rasa kebersamaan khususnya antarwarga Kampung Camara.

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ini diprakarsai oleh para pemuda Kampung Camara sendiri. Mereka tergabung dalam IRECA (Ikatan Remaja Camara). Mereka berinisiatif untuk menggalang dana secara swadaya dan mewujudkannya dalam berbagai kegiatan seperti menggelar berbagai macam perlombaan.




     Adapun perlombaan yang digelar pada Hari Senin, tanggal 17 Agustus 2020 diataranya adalah balap karung, makan kerupuk, balap kelereng, mengambil uang di buah papaya, memasukan paku ke dalam botol, memasukan air ke dalam botol, joged kursi, estapet sedotan karet, estapet terigu dan panjat pinang. Semua lomba diikuti oleh berbagai kategori, yakni kategori anak, remaja, dan juga dewasa, baik laki-laki maupun perempuan, kecuali panjat pinang peserta perempuan tidak diikutsertakan.



Semua perlombaan dapat diikuti oleh warga Kampung Camara dengan penuh kebersamaan dan keceriaan. Kebahagiaan jelas terpancar pada wajah-wajah peserta lomba dan juga para penonton. Mereka dapat tertawa lepas bersama dan kegiatan ini juga dapat dijadikan sarana hiburan gratis sebagai pelepas penat.

Sebagai hiburan, pada malam harinya digelar nonton layar tancap dengan memutar film perjuangan. Hal ini juga bertujuan agar generasi muda saat ini mengetahui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan pada saat merebut kemerdekaan. Kemerdekaan yang saat ini kita rasakan adalah hasil dari pengorbanan rakyat Indonesia dengan kerja keras, pikiran, tetesaan keringat, materi, bahkan nyawapun rela mereka korbankan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Harapan kami, generasi muda setelah mengikuti rangkaian acara peringaatan Hari kemerdekaan dan menonton film perjuangan, mereka  dapat mencontoh keteladanan para pejuang dengan cara mengisi kemerdekaan ini dengan berbagai macam kegiatan positif dan menjauhi segala hal yang negatif.






Pada Hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2020, warga Kampung Camara menggelar kegiatan mopole atau tangkap ikan bersama. Hal ini dipelopori oleh Abah Agus sebagai penanggung jawab kegiatan. Diawali oleh ibu-ibu yang menggunakan kostum daster lengkap dengan karung turun ke empang untuk mengambil ikan. Setelah itu, dilanjutkan oleh anak-anak dan bapak-bapak secara serentak turun ke empang. Walaupun ada sedikit masalah akibat ada korban “patil patin” yang dialami Ade Debleng, namun hal ini dapat segera diatasi dan kegiatan mopole pun dapat berjalan dengan sukses.





Malam harinya, warga Kampung Camara kembali membuat gebrakan dengan menyelenggarakan makan nasi liwet akbar di jalanan. Nasi liwet disimpan di atas daun pisang yang berjajar sepanjang kurang lebih 30 meter pun digelar. Seluruh warga Kampung Camara menikmati makan nasi liwet dengan menu ikan sepat, teri, lengkap dengan lalab dan sambel hasil dari olahan Ma Asih Sang koki handal kebanggaan warga Camara.



“Warga Kampung Camara mengadakan makan bersama di jalan dalam rangka, yang pertama mengenang Hari  Kemerdekaan Republik Indonesia agar tetap bersatu, kedua merayakan tahun baru Islam, semoga warga Camara tetap  kompak, tetap sehat, mendapat berkah dari Allah, dan tetap dilindungi oleh Allah SWT, ujar Engkur Kurniadi salah satu warga Camara yang hadir dalam acara makan nasi liwet bersama.

Rendi salah satu pemuda yang juga terlibat sebagai panitia acara mengatakan bahwa acara ini digelar untuk memeriahkan HUT RI,  warga Camara  RT.12/03 sedang melaksanakan makan akbar dengan cara makan liwet bersama. “Acara ini juga untuk menjalin kebersamaan dan persatuan antarwarga Camara,”papar Aldi menambahkan penjelasan rekannya. Selesai makan nasi liwet, kegiatan pada malam itu ditutup  dengan acara hiburan yaitu karaoke dan joged bersama di bawah pimpinan Lilis Alvina dan Ibu Ros Rosita.

Pada Hari Minggu pagi, ibu-ibu warga Camara yang memang rutin mengadakan senam bersama setiap minggunya menggelar senam dengan cara yang unik, yaitu senam dengan menggunakan pakaian senam dengan dilapisi baju daster, tentu saja hal ini menarik dan mengundang perhatian banyak orang.




Pada sore harinya kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan sepak bola antar ibu-ibu. Pembagian pemain dengan cara diundi, semuanya terdiri atas empat club, masing-masing club terdiri atas enam orang. Permainan ini berlangsung selama dua hari berturut-turut. Kalah menang dalam permainan adalah hal yang biasa, namun menang bukanlah tujuan utama dari pertandingan ini, bisa berkumpul bersama dan tertawa lepas merupakan hiburan tersendiri buat warga Camara. Baik yang menang ataupun yang kalah mendapatkan hadiah yang sama walaupun dikemas dalam dus yang berbeda. Prinsipnya yang menang dan yang kalah sama-sama bahagia.




Selesai pertandingan sepak bola ibu-ibu, dilanjutkan dengan sepak bola antaranak-anak, dan berakhir pada hari Selasa, tanggal 25 Agustus 2020 dan tim sepak bola yang memenangkan juara pertama adalah tim Kangguru,yaitu Yunus, Raja, Doni, Reza, Nabil, dan Rohim. Baik yang juara kesatu atau kedua masing-masing mendapatkan hadiah berupa bola sepak.

Warga Camara selalu menunjukkan kekompakan, kebersamaan, dan kesolidan sehingga apapun kegiatannnya dapat terselenggera dengan lancar dan sukses. Belum lagi untuk ke depannya yaitu acara 10 Muharam rencananya akan mengadakan makan bubur bersama. Semoga kebersamaan ini akan terus berlanjut ke depannnya dan kebahagiaan serta keceriaan tetap selalu menghiasi wajah-wajah warga Kampung Camara. *YSM*


Senin, 24 Agustus 2020

PELAKSANAAN KURBAN DI SMPN 1 PABUARAN SUBANG SEMAKIN TINGKATKAN KEKOMPAKAN WARGA NESPA



SMP Negeri 1 Pabuaran Subang memang penuh dengan berbagai kegiatan. Meskipun saat ini masih dalam masa pandemic covid-19, namun karena daerah ini termasuk zona hijau, sehingga tidak menyurutkan niat para guru, karyawan, dan juga para siswa untuk melaksanakan berbagai kegiatan, khususnya kegiatan rutin yang memang selalu dilaksanakan di SMPN 1 Pabuaran.

Seperti tahun-tahun sebelumnya pelakasanaan penyembelihan hewan kurban adalah kegitan rutin di SMPN 1 Pabuaran  setiap tahun pada saat Idul Adha. Sama dengan tahun-tahun sebelumnya untuk kegiatan kurban kali ini dapat dilaksanakan dengan lancar.  Adapun pelaksanaan penyembelihan hewan kurbannya dilaksanakan pada Hari Minggu, tanggal 2 Agustus 2020.

Sebelum pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, para guru dan siswa melaksanakan kegiatan sholat Duha terlebih dahulu yang diawali dengan mengumandangkan takbir bersama-sama. Tentunya hal ini semakin membawa suasana khidmat dan diharapkan dapat menambah keimanan seluruh warga Nespa agar selalu dekat dengan Allah SWT.



Darsa,S.Pd. selaku Kepala SMPN 1 Pabuaran mengatakan bahwa beliau merasa bersyukur atas kekompakan para guru, karyawan, siswa, dan juga orangtua dan masyarakat sekitar yang sangat mendukung kegiatan kurban ini sehingga dapat terlaksana setiap tahunnya. Beliau juga mengatakan semoga kerjasama dan kekompakan ini terus berlanjut, dengan harapan besar agar seluruh warga Nespa senantiasa ada dalam lindungan Allah SWT, selalu sehat, dan selalu dimudahkan rejekinya.


Para guru dan siswa yang hadir dalam kegiatan ini merasa sangat antusias dan menyambut baik kegiatan ini. “Alhamdulillah untuk Kurban tahun ini dapat terlaksana dengan lancar, semoga tetap berlanjut setiap tahun seperti yang sudah-sudah, untuk tahun ini kurbannya adalah satu ekor sapi. Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Al Kautsar tentang perintah untuk berkurban sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini merupakan ajang untuk meningkatkan ukhuwah warga nespa. Ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya untuk seluruh panitia terutama kepala sekolah, para guru, staf TU, pengurus OSIS dan Rohis SMPN 1 Pabuaran,” papar Wahidin, S.Ag. selaku guru agama di SMPN 1 Pabuaran.

Yang bertindak sebagai imam sholat duha sekaligus penyembelih hewan kurban adalah Ustad Ahmad Sholehudin, S.Pd.I. Beliau mengatakan bahwa kurban ini adalah simbol kebersamaan. Berharap ke depannya siswa Nespa dapat menjadi orang-orang yang bermanfaat. Semoga para guru dan siswa Nespa juga mempunyai kesabaran dan ketabahan seperti yang dicontohkan  Nabi Ibrahim  dan Nabi Ismail.

Sedangkan menurut Drs. Engkur Kurniadi selaku Wakasek Bidang Kesiswaan mengatakan bahwa daging kurban ini diperuntukan khususnya kepada para siswa yang yatim, piatu, dan yatim piatu. Dengan harapan semoga tidak ada sifat-sifat binatang pada diri siswa, sifat-sifat jelek semoga sirna sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah. Beliau juga berharap agar semua warga Nespa senantiasa ada dalam lindungan Allah SWT.

Bagi siswa yang tidak dapat hadir pada saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, daging kurbannya langsung diantarkan ke rumah masing-masing siswa dengan bantuan dari pengurus OSIS SMPN 1 Pabuaran. Dan daging kurban pun dapat diserahkan kepada seluruh siswa yang memang berhak menerimanya.

Dengan kekompakan, kebersamaan, dan kerjasama yang solid seluruh warga Nespa, berbagai kegiatan di SMPN 1 Pabuaran dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan sukses, termasuk kegiatan kurban tahun ini. *YSM*

Minggu, 26 Juli 2020

IN HOUSE TRAINING PEMBELAJARAN JARAK JAUH SMPN 1 PABUARAN SUBANG TAHUN PELAJARAN 2020/2021




Kegiatan awal yang dilaksanakan oleh SMPN 1 Pabuaran Subang sebagai persiapan tenaga pendidik untuk menghadapi tahun ajaran baru 2020/2021  yaitu dengan mengadakan In House Training (IHT) yang dilaksanakan pada Hari Rabu, tanggal 22 Juli 2020. In House Training ini beragendakan pembahasaan tentang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena kondisi saat ini masih dalam masa pandemik Covid-19, sehingga belum memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan peserta didik.
IHT kali ini terasa istimewa karena selain dihadiri oleh Kepala SMPN 1 Pabuaran dan para tenaga pendidiknya, juga  dihadiri langsung para pejabat daerah, diantaranya  adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, yakni Tatang Komara, S.Pd.,M.Si., Kabid Pembinaan SMP, Camat Pabuaran, dan Koordinator Wilayah Kecamatan Pabuaran.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan Kepala SMPN 1 Pabuaran,yaitu  Darsa, S.Pd. yang menyatakan bahwa Pembelajaran Jarak Jauh sudah dilaksanakan di SMPN 1 Pabuaran pada tahun pelajaran 2019/2020. Ternyata tenaga pendidik mampu melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya walaupun memang ada kendala, namun secara keseluruhan PJJ dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
Sebagai penguatan yang telah disampaikan oleh Kepala SMPN 1 Pabuaran, Wakasek Bidang Kurikulum, Feti Handayani, S.Pd. membuktikannnya dengan mempresentasikan  Pembelajaran Jarak Jauh  yang sudah dilaksanakan di SMPN 1 Pabuaran. Diantaranya adalah dengan menayangkan foto dan video hasil belajar PJJ peserta didik. Walaupun Belajar di Rumah (BDR) namun tenaga pendidik dan peserta didik tetap menjalin komunikasi dan melaksanakan pembelajaran, baik melalui WhatsApp Grup, Google Classroom, Facebook, dan lainnnya. Kegiatan USBN pun di SMPN 1 Pabuaran tahun pelajaran 2019/2020 sudah menggunakan Google Form yang mudah diakses oleh peserta didik dan tenaga pendidik pun dapat dengan mudah melihat hasil USBN peserta didik dengan hanya mengunduhnya di Microsoft Excel. Bahkan  baru-baru ini tenaga pendidik juga dibekali dengan pengetahuan menggunakan aplikasi Zoom untuk dapat melaksanakan pembelajaran daring atau luring.
Memang pada praktiknya Pembelajaran Jarak jauh ini memiliki kendala, diantaranya yaitu masih ada peserta didik yang tidak memiliki handphone, tidak mempunyai kuota, dan terkendala masalah jaringan, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat tenaga pendidik dan peserta didik dalam belajar. Hal ini disiasati dengan cara membuat kelompok belajar, mengelompokkan peserta didik yang rumahnya berdekatan, sehingga peserta didik yang tidak memiliki handphone dapat meminjam kepada temannya yang mempunyai handphone. Apabila hal tersebut tidak berjalan dengan baik, maka tenaga pendidik yang mengunjungi langsung peserta didik tersebut ke rumahnya dan memastikan peserta didik  mengerjakan soal USBN, sehingga kendala yang ada dapat teratasi.
Untuk pembagian surat kelulusan dan rapor juga karena tidak memungkinkan untuk mengumpulkan massa yang banyak di sekolah, maka kebijakan sekolah yang diambil adalah menugaskan para wali kelas yang harus langsung terjun  mendatangi rumah-rumah peserta didik, hal ini dilakukan selain untuk mencegah penyebaran covid-19, juga untuk menjalin tali silaturahmi antara tenaga pendidik dengan orang tua peserta didik dan juga untuk mengetahui latar belakang tiap-tiap peserta didik.
Setelah menyimak pemaparan PJJ di SMPN 1 Pabuaran, Tatang Komara, S.Pd.,M.Si,selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang mengemukakan pendapat dalam sambutannnya. Ada dua hal yang sangat penting yang dipaparkan oleh beliau. Hal pertama yang disampaikan  adalah bahwa beliau mengapresiasi  PJJ yang sudah dilaksanakan oleh SMPN 1 Pabuaran dan mengucapkan terima kasih kepada para tenaga pendidik atas kreativitas  yang luar biasa yang sudah diaksanakan
Ketika menghadiri pembukaan  forum wakasek bidang akademik di Subang, beliau punya harapan besar dari pertemuaan itu lahir sebuah strategi-strategi  pembelajaran yang  awalnya bagi sebagian orang menganggap hal tersebut adalah  suatu momok atau hal yang menakutkan. Tapi ternyata setelah dijalani justru menyenangkan dan tidak berujung menyulitkan pula. Hanya yang jadi pemikiran adalah persepsi. Bahwa kita dihadapkan pada suatu yang baru padahal  semua itu sudah dilakukan oleh tenaga pendidik dalam keseharian. Pada prinsipnya para tenaga pendidik selalu berkreasi yang diaplikasikan melalui komputer atau yang lainnya, maka pada bagian tertentu memang harus tetap dilakukan. Tetapi dari yang sudah diperlihatkan dalam presentasi PJJ yang dilakukan SMPN 1 Pabuaran, beliau yakin bahwa PJJ dapat berhasil.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang jika diwawancarai atau ditanya tentang tingkat keberhasilan belajar PJJ berapa persen tingkat keberhasilannnya, awalnya beranggapan hanya sekitar 40%, namun setelah melihat proses pembelajaran di SMPN 1 Pabuaran, beliau yakin bahwa tingkat keberhasilannya mampu mencapai sampai 70%. Ternyata di tahun 2019/2020 pun sudah dilakukan dengan baik, maka beliau optimis untuk tahun 2020/2021. Saat ini Pembelajaran Jarak Jauh adalah keniscayaan, bukan keinginan kita, namun ini adalah tuntutan keadaan.
Hal kedua yang disampaikan adalah beliau yakin Allah menciptakan kondisi ini adalah seleksi alam. Siapa yang bertahan, siapa yang menyikapi hal ini  secara positif, menerima dengan ikhlas kondisi ini, beliau yakin dialah yang mampu bertahan. Tuntutan kepada tenaga pendidik dan kita semua adalah kita harus ikhlas menerima dan menjalani sesuai dengan kemampuan kita.  
Setelah sambutan dari Kepala Dinas Pendidkan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, kegiatan IHT berikutnya dipandu oleh Wakasek Bidang Kurikulum, Feti Handayani, S.Pd. yang menjelaskan Pembuatan Program Pembelajaran PJJ dan Laporan PJJ. Diantaranya para tenaga pendidik dibimbing untuk membuat Program Tahunan, Program Semester, Program Pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh, Laporan Pelaksanaan PJJ, dan menegaskan bahwa Laporan PJJ harus disertakan dokumentasi atau bukti fisik pelaksanaannya. Kegiatan IHT ini diakhiri dengan penugasan pembuatan Program Pembelajaran PJJ yang langsung dikerjakan dan diserahkan oleh para tenaga pendidik kepada wakasek bidang kurikulum. Secara keseluruhan IHT PJJ SMPN 1 Pabuaran dapat berjalan dengan lancar dan sukses, hal ini tentunya berkat kerja keras para tenaga pendidik, kerjasama tim dan kekompakan serta kesolidan semua pihak yang saling  bersinergi satu sama lain. *ysm*