Pengikut
Rabu, 30 Desember 2020
Yusi Sri Mulyani: BERCUMBU DENGAN E-RAPOR
BERCUMBU DENGAN E-RAPOR
Hampir
semua jenjang Pendidikan baik di SD, SMP, dan SMA/SMK sederajat di Kabupaten
Subang sudah melaksanakan PAS ( Penilaian Akhir Semester) yang dimulai pada
tanggal 30 November 2020 sampai dengan 5 Desember 2020. Setelah selesai melaksanakan PAS, sudah
menjadi kewajiban bagi pendidik, jika proses pembelajaran selama satu semester
berakhir, maka para pendidik harus bersiap
untuk bercumbu dengan e-Rapor.
Sebelum
menggunakan e-Rapor khususnya di jenjang SMP, dulu rapor
ditulis tangan oleh para
walikelas, kemudian beralih ke aplikasi rapor K13 format
excel, dan sejak November 2017 Direktorat Pembinaan SMP telah merilis aplikasi
e-Rapor SMP Versi 1.1. Dalam perkembangannya
telah dilakukan beberapa kali pembaruan, hingga pada bulan November 2020,
dirilis kembali aplikasi e-Rapor SMP versi 2.2.
Aplikasi
e-Rapor SMP versi 2.2 ini, berdasarkan keterangan dari Dapodik.co.id telah
megakomodir Kebijakan Merdeka Belajar dan kondisi Pademi Covid-19, antara lain
memfasilitasi sekolah yang melaksanakan pembelajaran dan penilaian berdasarkan
Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Pelajaran pada Kurikulum 2013
secara utuh (sesuai Permendikbud RI Nomor: 37 tahun 2018), berdasarkan KI dan
KD Pelajaran pada Kurikulum 2013 untuk kondisi khusus (sesuai Kepmendikbud RI
Nomor: 719/2020 dan Keputusan Kepala
Balitbang dan Perbukuan Nomor: 018/H/KR/2020), dan berdasarkan penyederhanaan
kurikulum secara mandiri oleh Satuan pendidikan (sesuai Kepmendikbud RI Nomor: 719/P/2020).
Aplikasi
e-Rapor SMP sebagai salah satu instrument akuntabilitas penilaian oleh pendidik
diharapkan dapat membantu dan mempermudah tugas pendidik dalam merencanakan
penilaian, mengolah dan menganalisis hasil penilaian, mencetak rapor, serta melaporkan
hasil penilaian peserta didik kepada orang tua/wali murid, hingga
disinkronisasi ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Sebenarnya
memasukan nilai ke e-rapor itu gampang, tidak sesulit yang dibayangkan. Jika
para guru sudah memiliki perencanaan penilaian yang matang, apalagi jika
didukung oleh jaringan internet yang kuat, maka proses memasukan nilai ke e-Rapor
akan mudah, dan para pendidik juga harus benar-benar memahami langkah-langkah
pengisian e-Rapor,” tutur Uul Khusnul Khotimah, S.Pd, operator dapodik di SMPN
1 Pabuaran.
Adapun
langkah-langkah memasukan nilai ke e-Rapor
adalah sebagai berikut, pertama mengecek
Kompetensi dasar yang digunakan, disitu ada beberapa pilihan, diantaranya ada
kurikulum nasional, penyederhanaan balitbang, dan penyederhanaan mandiri.
Pilihlah kurikulum yang sesuai dengan kondisi sekolah. Kedua memilih Kompetensi Dasar yang sesuai dengan mata pelajaran
yang diampu. Ketiga memilih
perencanaan penilaian pengetahuan, keterampilan, sosial, spiritual, dan bobot
PTS dan PAS/PAT.
a)
Perencanaan penilaian pengetahuan
terdiri atas tes lisan, tulis, dan penugasan.
b)
Perencanaan penilaian keterampilan
terdiri atas praktik, projek, dan produk.
c)
Perencanaan penilaian sosial terdiri atas 6 penilaian, yakni jujur,
disiplin, tanggung jawab, santun, percaya diri, dan peduli.
d)
Perencanaan penilaian spiritual terdiri
atas 9 penilaian, yakni berdoa,
menjalankan ibadah, memberi salam, bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan,
mensyukuri kemampuan manusia dalam mengendalikan diri, bersyukur ketika
berhasil mengerjakan sesuatu, berserah diri (tawakal), memelihara hubungan baik
sesama umat, bersyukur sebagai bangsa Indonesia, dan menghormati orang lain
yang menjalankan ibadah.
e)
Perencanaan bobot PTS dan PAS/PAT
disesuaikan dengan kondisi sekolah.
Langkah keempat Download-lah
impor nilai untuk memasukan jenis penilaian dalam format excel. Kelima setiap guru mata pelajaran
tinggal memasukan nilai yang sudah jadi ke dalam format download-an. Keenam mengimpor nilai siswa, dari mulai nilai
pengetahuan, keterampilan, sosial, spiritual, dan PTS dan PAS/PAT. Ketujuh kirimkan nilai akhir ke setiap kelas yang diampu. Kedelapan
mengirimkan proses deskripsi nilai
siswa. Lihat deskripsi siswanya dari setiap kelas yang kita ajar kemudian
simpan. Maka tugas guru mata pelajaran pun selesai mengimpor nilai rapor ke
tiap wali kelas.
Untuk
pendidik yang mempunyai tugas tambahan sebagai walikelas, ada tahapan yang
harus dilakukan. Pertama masuk ke akses walikelas dan lihat mata
pelajaran apa saja yang sudah mengimpor ke kelas kita, pastikan semua guru mata
pelajaran sudah mengirimkan nilai akhirnya. Kedua
input data dan nilai kehadiran, ekstrakurikuler, dan sikap. Ketiga simpan proses deskripsi siswa. Keempat lihat leger kelas dan bisa
langsung cetak leger. Kelima cetak
rapor dan menerapkan ukuran kertas. Keenam
download rapor semua peserta didik
yang ada di kelas kita. Ketujuh cetak
rapor yang sudah di download.
Menurut
guru SMPN 1 Pabuaran Subang yang sudah menggunakan aplikasi e-Rapor sejak tahun
2019, penggunaan e-Rapor memiliki kekurangan dan kelebihan. Kekurangannya adalah sinyal dan sistem jaringan yang harus
selalu terpusat pada satu server, sehingga jika ada gangguan koneksi internet
maka akan memakan waktu yang cukup lama. Selain itu, pengisian perencanaan
nilai harus betul-betul teliti, jika ada kekeliruan harus siap mengawali lagi
perencanaan dari awal. Adapun kelebihannya adalah memudahkan guru dalam
mengolah nilai, mengimpor nilai, dan mencetak rapor, serta mendorong pendidik
untuk bisa menggunakan IT.
“E-Rapor
merupakan proses pembelajaran kepada guru untuk selalu menelaah KI dan KD dan merencanakan penilaian yang sesuai dengan
KD pada awal tahun pelajaran. Selain itu, data nilai peserta didik dapat
tersimpan dengan aman, serta dapat mempererat tali silaturahmi karena bisa berkumpul
dan bercanda dengan sesama guru pada saat download
maupun impor rapor, tentunya dengan
tetap memperhatikan protokol kesehatan, ” jelas Feti Handayani Wakasek bidang
kurikulum di SMPN 1 Pabuaran.
Biasanya
jika kita dihadapkan pada sesuatu yang baru, awalnya memang kita selalu
membayangkan hal-hal yang sulit, banyak ketakutan-ketakutan yang muncul. Takut
salah menentukan KD, takut nilai yang muncul tidak sesuai, takut prosesnya
berbelit dan lama, takut jaringan internetnya tidak stabil, takut salah klik
nanti nilainya hilang semua, dan masih banyak ketakutan lain yang sebenarnya
tidak beralasan, karena kita belum mencobanya. Namun, setelah menggunakan e-Rapor
ketakutan itu sirna.
Di
era serba digital ini, semua orang dituntut untuk bisa menggunakan gawai,
termasuk guru tentunya. Guru sebagai motor penggerak pendidikan harus mampu
mengoperasikan gawai baik untuk proses pembelajaran maupun untuk pengolahan
nilai seperti e-Rapor. Sebagai guru jangan merasa terbebani dengan perubahan
baru, merasa tidak mampu/tidak percaya diri, atau anti perubahan, sebaliknya
kita harus siap dan tampil terdepan dalam menghadapi sesuatu hal yang baru, dan
jangan selalu ingin berada di zona nyaman.
Bagi sekolah
yang belum menggunakan e-Rapor, khususnya di Kabupaten Subang, ada baiknya dicoba saja dulu, setiap aplikasi
yang ditawarkan oleh pemerintah pasti bertujuan untuk lebih memudahkan
pekerjaan kita sebagai tenaga pendidik, terlepas dari kekurangan dan kelebihannya.
Proses pengisian e-Rapor saat ini masih terus berlangsung, dan tenaga pendidik
sedang asyik bercumbu dengan e-Rapor untuk nanti siap dibagikan kepada orang
tua/wali murid pada tanggal 18 Desember 2020 sebagai laporan hasil
penilaian peserta didik selama semester ganjil ini.
Penulis bernama Yusi Sri Mulyani,S.Pd. Guru Bahasa Indonesia di SMPN 1 Pabuaran Subang dan anggota Komunitas Lisangbihwa
Rabu, 26 Agustus 2020
PERINGATI HUT KE-75 REPUBLIK INDONESIA, WARGA KAMPUNG CAMARA PABUARAN SUBANG GELAR BERBAGAI KEGIATAN SERU
Peringatan
HUT ke-75 Republik Indonesia memang selalu digelar dan dirayakan setiap
tahunnya oleh seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali warga Kampung Camara RT.12 RW.03 Desa
Pabuaran, Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang pun ikut memeriahkan Hari
Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar berbagai macam kegiatan yang
keren dan seru. Beruntung daerah ini termasuk zona hijau sehingga kegiatan pun
dapat tetap dilaksanakan dengan lancar.
Banyak
cara untuk mengisi kemerdekaan saat ini, diantaranya tetap menjalin tali
silaturahmi, mempererat persaudaraan, dan menjalin persatuan dan kesatuan
antarseluruh bangsa Indonesia. Demi terwujudnya rasa persatuan tersebut, warga
Camara tergerak untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan positif yang dapat
menumbuhkan rasa kebersamaan khususnya antarwarga Kampung Camara.
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ini diprakarsai oleh para pemuda Kampung Camara sendiri. Mereka tergabung dalam IRECA (Ikatan Remaja Camara). Mereka berinisiatif untuk menggalang dana secara swadaya dan mewujudkannya dalam berbagai kegiatan seperti menggelar berbagai macam perlombaan.
Semua perlombaan dapat diikuti oleh warga Kampung Camara dengan penuh kebersamaan dan keceriaan. Kebahagiaan jelas terpancar pada wajah-wajah peserta lomba dan juga para penonton. Mereka dapat tertawa lepas bersama dan kegiatan ini juga dapat dijadikan sarana hiburan gratis sebagai pelepas penat.
Sebagai hiburan, pada malam harinya digelar nonton layar tancap dengan memutar film perjuangan. Hal ini juga bertujuan agar generasi muda saat ini mengetahui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan pada saat merebut kemerdekaan. Kemerdekaan yang saat ini kita rasakan adalah hasil dari pengorbanan rakyat Indonesia dengan kerja keras, pikiran, tetesaan keringat, materi, bahkan nyawapun rela mereka korbankan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Harapan kami, generasi muda setelah mengikuti rangkaian acara peringaatan Hari kemerdekaan dan menonton film perjuangan, mereka dapat mencontoh keteladanan para pejuang dengan cara mengisi kemerdekaan ini dengan berbagai macam kegiatan positif dan menjauhi segala hal yang negatif.
Pada
Hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2020, warga Kampung Camara menggelar kegiatan mopole atau tangkap ikan bersama. Hal
ini dipelopori oleh Abah Agus sebagai penanggung jawab kegiatan. Diawali oleh
ibu-ibu yang menggunakan kostum daster lengkap dengan karung turun ke empang
untuk mengambil ikan. Setelah itu, dilanjutkan oleh anak-anak dan bapak-bapak
secara serentak turun ke empang. Walaupun ada sedikit masalah akibat ada korban
“patil patin” yang dialami Ade Debleng, namun hal ini dapat segera diatasi dan
kegiatan mopole pun dapat berjalan
dengan sukses.
Malam
harinya, warga Kampung Camara kembali membuat gebrakan dengan menyelenggarakan
makan nasi liwet akbar di jalanan. Nasi liwet disimpan di atas daun pisang yang
berjajar sepanjang kurang lebih 30 meter pun digelar. Seluruh warga Kampung
Camara menikmati makan nasi liwet dengan menu ikan sepat, teri, lengkap dengan
lalab dan sambel hasil dari olahan Ma Asih Sang koki handal kebanggaan warga
Camara.
“Warga
Kampung Camara mengadakan makan bersama di jalan dalam rangka, yang pertama
mengenang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
agar tetap bersatu, kedua merayakan tahun baru Islam, semoga warga Camara
tetap kompak, tetap sehat, mendapat berkah
dari Allah, dan tetap dilindungi oleh Allah SWT, ujar Engkur Kurniadi salah
satu warga Camara yang hadir dalam acara makan nasi liwet bersama.
Rendi
salah satu pemuda yang juga terlibat sebagai panitia acara mengatakan bahwa
acara ini digelar untuk memeriahkan HUT RI, warga Camara
RT.12/03 sedang melaksanakan makan akbar dengan cara makan liwet bersama.
“Acara ini juga untuk menjalin kebersamaan dan persatuan antarwarga Camara,”papar
Aldi menambahkan penjelasan rekannya. Selesai makan nasi liwet, kegiatan pada
malam itu ditutup dengan acara hiburan
yaitu karaoke dan joged bersama di bawah pimpinan Lilis Alvina dan Ibu Ros
Rosita.
Pada
Hari Minggu pagi, ibu-ibu warga Camara yang memang rutin mengadakan senam bersama
setiap minggunya menggelar senam dengan cara yang unik, yaitu senam dengan
menggunakan pakaian senam dengan dilapisi baju daster, tentu saja hal ini
menarik dan mengundang perhatian banyak orang.
Pada
sore harinya kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan sepak bola antar ibu-ibu.
Pembagian pemain dengan cara diundi, semuanya terdiri atas empat club,
masing-masing club terdiri atas enam orang. Permainan ini berlangsung selama
dua hari berturut-turut. Kalah menang dalam permainan adalah hal yang biasa,
namun menang bukanlah tujuan utama dari pertandingan ini, bisa berkumpul
bersama dan tertawa lepas merupakan hiburan tersendiri buat warga Camara. Baik
yang menang ataupun yang kalah mendapatkan hadiah yang sama walaupun dikemas
dalam dus yang berbeda. Prinsipnya yang menang dan yang kalah sama-sama
bahagia.
Selesai
pertandingan sepak bola ibu-ibu, dilanjutkan dengan sepak bola antaranak-anak,
dan berakhir pada hari Selasa, tanggal 25 Agustus 2020 dan tim sepak bola yang
memenangkan juara pertama adalah tim Kangguru,yaitu Yunus, Raja, Doni, Reza,
Nabil, dan Rohim. Baik yang juara kesatu atau kedua masing-masing mendapatkan
hadiah berupa bola sepak.
Warga
Camara selalu menunjukkan kekompakan, kebersamaan, dan kesolidan sehingga
apapun kegiatannnya dapat terselenggera dengan lancar dan sukses. Belum lagi
untuk ke depannya yaitu acara 10 Muharam rencananya akan mengadakan makan bubur
bersama. Semoga kebersamaan ini akan terus berlanjut ke depannnya dan
kebahagiaan serta keceriaan tetap selalu menghiasi wajah-wajah warga Kampung
Camara. *YSM*
Senin, 24 Agustus 2020
PELAKSANAAN KURBAN DI SMPN 1 PABUARAN SUBANG SEMAKIN TINGKATKAN KEKOMPAKAN WARGA NESPA
SMP
Negeri 1 Pabuaran Subang memang penuh dengan berbagai kegiatan. Meskipun saat
ini masih dalam masa pandemic covid-19, namun karena daerah ini termasuk zona
hijau, sehingga tidak menyurutkan niat para guru, karyawan, dan juga para siswa
untuk melaksanakan berbagai kegiatan, khususnya kegiatan rutin yang memang
selalu dilaksanakan di SMPN 1 Pabuaran.
Seperti
tahun-tahun sebelumnya pelakasanaan penyembelihan hewan kurban adalah kegitan
rutin di SMPN 1 Pabuaran setiap tahun
pada saat Idul Adha. Sama dengan tahun-tahun sebelumnya untuk kegiatan kurban
kali ini dapat dilaksanakan dengan lancar. Adapun pelaksanaan penyembelihan hewan
kurbannya dilaksanakan pada Hari Minggu, tanggal 2 Agustus 2020.
Sebelum
pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, para guru dan siswa melaksanakan
kegiatan sholat Duha terlebih dahulu yang diawali dengan mengumandangkan takbir
bersama-sama. Tentunya hal ini semakin membawa suasana khidmat dan diharapkan
dapat menambah keimanan seluruh warga Nespa agar selalu dekat dengan Allah SWT.
Darsa,S.Pd.
selaku Kepala SMPN 1 Pabuaran mengatakan bahwa beliau merasa bersyukur atas
kekompakan para guru, karyawan, siswa, dan juga orangtua dan masyarakat sekitar
yang sangat mendukung kegiatan kurban ini sehingga dapat terlaksana setiap
tahunnya. Beliau juga mengatakan semoga kerjasama dan kekompakan ini terus
berlanjut, dengan harapan besar agar seluruh warga Nespa senantiasa ada dalam
lindungan Allah SWT, selalu sehat, dan selalu dimudahkan rejekinya.
Para
guru dan siswa yang hadir dalam kegiatan ini merasa sangat antusias dan
menyambut baik kegiatan ini. “Alhamdulillah untuk Kurban tahun ini dapat
terlaksana dengan lancar, semoga tetap berlanjut setiap tahun seperti yang
sudah-sudah, untuk tahun ini kurbannya adalah satu ekor sapi. Sebagaimana Allah
berfirman dalam Surat Al Kautsar tentang perintah untuk berkurban sebagai
ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini merupakan ajang untuk
meningkatkan ukhuwah warga nespa. Ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya
untuk seluruh panitia terutama kepala sekolah, para guru, staf TU, pengurus
OSIS dan Rohis SMPN 1 Pabuaran,” papar Wahidin, S.Ag. selaku guru agama di SMPN
1 Pabuaran.
Yang
bertindak sebagai imam sholat duha sekaligus penyembelih hewan kurban adalah
Ustad Ahmad Sholehudin, S.Pd.I. Beliau mengatakan bahwa kurban ini adalah
simbol kebersamaan. Berharap ke depannya siswa Nespa dapat menjadi orang-orang
yang bermanfaat. Semoga para guru dan siswa Nespa juga mempunyai kesabaran dan
ketabahan seperti yang dicontohkan Nabi
Ibrahim dan Nabi Ismail.
Sedangkan
menurut Drs. Engkur Kurniadi selaku Wakasek Bidang Kesiswaan mengatakan bahwa
daging kurban ini diperuntukan khususnya kepada para siswa yang yatim, piatu,
dan yatim piatu. Dengan harapan semoga tidak ada sifat-sifat binatang pada diri
siswa, sifat-sifat jelek semoga sirna sehingga mereka dapat tumbuh menjadi
pribadi yang sholeh dan sholehah. Beliau juga berharap agar semua warga Nespa
senantiasa ada dalam lindungan Allah SWT.
Bagi
siswa yang tidak dapat hadir pada saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban,
daging kurbannya langsung diantarkan ke rumah masing-masing siswa dengan
bantuan dari pengurus OSIS SMPN 1 Pabuaran. Dan daging kurban pun dapat
diserahkan kepada seluruh siswa yang memang berhak menerimanya.
Dengan
kekompakan, kebersamaan, dan kerjasama yang solid seluruh warga Nespa, berbagai
kegiatan di SMPN 1 Pabuaran dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan sukses,
termasuk kegiatan kurban tahun ini. *YSM*













