Oleh : Yusi Sri Mulyani, S.Pd.
CGP
Angkatan 3
SMPN
1 Pabuaran Kabupaten Subang
Program Pendidikan Guru Penggerak merupakan program pendidikan
kepemimpinan bagi guru untuk menjadi
pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya,
konferensi, dan pendampingan selama 9 bulan bagi calon guru penggerak.
Selama dua bulan terakhir mengikuti pendidikan guru penggerak
angkatan 3 ini, calon guru penggerak
khususnya dari Kabupaten Subang sudah mempelajari modul 1. Dalam Modul 1 juga
terdiari atas 4 materi, yakni modul 1.1 mengenai Filosofi Pendidikan Ki Hadjar
Dewantara, modul 1.2 mengenai Nilai dan Peran Guru Penggerak, modul 1.3
mengenai Visi Guru Penggerak, dan modul 1.4 mengenai Budaya Positif.
Pada modul 1.1 mengenai Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara,
calon guru penggerak mempelajari mengenai tujuan pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara adalah menuntun segala
kodrat pada anak untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang
setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Intinya adalah biarkan anak-anak hidup sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya
dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu, atau yang dikenal dengan
konsep merdeka belajar. Merdeka menurut pemikiran Ki Hadjar Dewantara di kutip
dalam modul 1.4 (Ki Hadjar Dewantara, pemikiran, konsepi, keteladanan, sikap
merdeka, cetakan kelima, 2013, halaman 469), merdeka berarti tidak hanya terlepas dari
perintah, akan tetapi juga cakap buat memerintah diri sendiri. Berangkat dari
pemikiran tersebut berarti apabila murid
melakukan suatu kesalahan mereka dapat memperbaiki dirinya sendiri.
Untuk modul 1.2, calon guru penggerak dibekali dengan pengetahuan tentang nilai dan peran guru
penggerak. Adapun nilai-nilai yang harus dikuasai oleh seorang guru penggerak
adalah nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada
murid. Selain nilai-nilai, CGP juga harus paham betul mengenai lima peran guru
penggerak, yakni menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas
praktisi, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antarguru, dan
mewujudkan kepemimpinan murid. Sebagai seorang pendidik yang paham mengenai
konsep merdeka belajar dan menjadi pemimpin pembelajaran, tentunya dapat
menuntun murid untuk menemukan minat dan bakatnya melalui pendekatan yang
membuat murid merasa nyaman ketika mereka berada di sekitar kita. Untuk
mewujudkan kepemimpinan pada murid juga membutuhkan situasi belajar dalam
lingkungan yang positif. Untuk
mewujudkan lingkungan positif tersebut tentunya dibutuhkan kerjasama atau
kolaborasi semua elemen sekolah. Dengan adanya dukungan dari semua elemen
sekolah, lingkungan positif bahkan budaya positif akan terbentuk dengan
sendirinya.
Modul selanjutnya
adalah modul 1.3, yang mempelajari mengenai visi guru penggerak. Seorang guru
penggerak merupakan agen perubahan dalam dunia pendidikan, tentunya harus
memiliki visi untuk dapat melakukan sebuah perubahan. Dalam hal ini, visi yang
dikembangkan oleh saya sebagai calon guru penggerak adalah menumbuhkan
pendidikan karakter yang berpihak pada murid melalui guru dan sekolah untuk
mewujudkan profil pelajar pancasila. Sangat penting memadukan kekuatan internal
dan kekuatan eksternal untuk mewujudkan visi, sebagai salah satu strategi
perubahan itu adalah dengan menggunakan metode inkuiri apresiatif melalui
tahapan BAGJA (Buat pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana,
Atur eksekusi). Karena visi saya untuk menumbuhkan pendidikan karakter pada
murid, maka erat kaitannya dengan disiplin positif. Sebagai seoang pendidik
tentunya dapat menanamkan motivasi intrinsik/internal pada murid berlandaskan
nilai-nilai kebajikan agar menjadi orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai
yang mereka percaya dan mereka hargai.
Dan pada modul 1.4, para calon guru penggerak diperkenalkan dengan
budaya positif. Budaya Positif adalah Kebiasaan yang disepakati bersama untuk
dijalankan dalam waktu yang lama. Jika kebiasaan ini sudah membudaya maka
nilai-nilai karakter yang diharapkan akan terbentuk pada diri anak. Untuk itu
seorang pendidik harus paham mengenai disiplin positif, posisi kontrol,
keyakinan kelas, kebutuhan dasar murid, dan penerapan segitiga restitusi.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa disiplin positif
berkaitan erat dengan motivasi internal. Murid belajar untuk menghargai diri
sendiri dan menjadi insan yang sesuai dengan harapan kita. Karakter anak diharapkan
dapat terbentuk melalui tahapan sebagai berikut, awalnya murid-murid menuliskan
kelas impian yang mereka harapkan. Murid dapat mewujudkan kelas impiannya
dengan membuat kesepakan kelas. Kesepakan kelas/peraturan kelas dapat
berkembang menjadi keyakinan kelas. Murid mulai memahami nilai keyakinan atau
nilai-nilai kebajikan seperti bertanggung jawab, saling menghormati, saling
menyayangi, disiplin, saling menghargai, semangat belajar, menjaga kebersihan, peduli
terhadap teman, dan lain sebagainya. Setelah murid mulai memahami dan menerapkan
keyakinan kelas, maka lingkungan positif akan terbentuk, apabila lingkungan
positif terbentuk, maka budaya positif pun dengan sendirinya akan terwujud. Karena
pada dasarnya keyakinan kelas dibuat atas kesepakatan bersama untuk membentuk
kebiasaan yang diharapkan dapat membudaya sehingga nilai-nilai karakter akan
terbentuk pada diri anak.
Bagi kita sebagai
seorang pendidik pun, kita harus memahami 5 posisi kontrol yang mana yang dapat
diterapkan pada murid. Lima posisi kontrol itu yakni sebagi penghukum, pembuat
orang merasa bersalah, teman, pemantau, dan manajer. Untuk posisi kontrol
sebagai penghukum dan pembuat orang merasa bersalah, motivasinya adalah motivasi
eksternal, dan berdampak pada murid akan mengulangi kesalahan dan merasa rendah
diri, sehingga identitas pada murid gagal terbentuk. Pada posisi kontrol sebagai teman dan pemantau
itu pun adalah motivasi dari luar atau motivasi eksternal, identitas murid
dapat berhasil, namun membuat murid mengharapkan imbalan dari tindakannya,
bahkan cenderung membuat murid ketergantungan pada orang lain. Sedangkan untuk
posisi kontrol sebagai manajer motivasi nya berasal dari diri anak itu sendiri, murid bisa belajar menghargai dirinya
sendiri, sehingga identitas murid dapat berhasil dan sukses terbentuk. Sisi
positif lainnya yang berdampak murid adalah
mereka dapat mengevaluasi dan memperbaiki dirinya sendiri.Jadi, sebagai seorang pendidik, kita harus
dapat menerapkan posisi kontrol sebagai manajer dengan mempersilakan murid
mempertanggungjawabkan perilakunya dan menemukan solusi sendiri
Seorang pendidik juga harus
mampu memahami 5 kebutuhan dasar pada murid, yakni bertahan hidup,, cinta dan
kasih sayang, penguasaan, kebebasan, dan kesenamgan. Apabila kebutuhan dasarnya
terpenuhi diharapkan murid tidak akan melakukan pelanggaran atau kesalahan. Namun
sebaliknya, jika kebutuhan dasar murid gagal terpenuhi maka murid cenderung
melakukan pelanggaran/kesalahan.
Dalam mengatasi murid yang bermasalah, maka guru harus melakukan restitusi. Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi karakter yang lebih kuat. Proses ini meliputi tiga tahap atau dikenal dengan segitiga restitusi, yaitu menstabilkan identitas, validasi tindakan yang salah, dan menanyakan keyakinan. Dengan tahapan segitiga restitusi ini, murid diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri melalui motivasi internal. Sehingga segitiga restitusi ini adalah salah satu upaya untuk menumbuhkan motivasi internal pada murid. Pada tahapan ini murid tidak merasa dihakimi, tidak dipersalahan, dan akan menyadari kesalahannya dan bersedia memperbaiki kesalahannya berdasarkan kesadarannnya sendiri. *ysm*
Kereen bu tulisannya sangat menginspirasi...Semangat untuk selalu menggerakan....👍👍🙏🙏💪🥰
BalasHapusTerima kasih bu Indah...
HapusKeren
BalasHapusMantap, teruslah lakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi.
BalasHapussiap, semangaaatttt
HapusMantaap
BalasHapusterima kasih pa
HapusTernyata pemikiran ki Hajar Dewantara sangat cocok dengan pendidikan di Indonesia... Keren Bu Yusi...
BalasHapusTerima kasih....🙏
HapusArtikelnya keren bu, sangat lengkap.
BalasHapusSemangat, Salam dan Bahagia...
Hatur nuhun pa dadang 🙏
BalasHapus